Sabtu, 17 Desember 2011

kata-kata motivasi...

                                                     Kisah Monyet dan Kuda
Kata-kata motivasi kita pada kesempatan kali ini adalah tentang kegagalan. Mungkin Anda sering mendengar bahwa kegagalan merupakan sukses yang tertunda, tapi sejauh manakah Anda bisa memahami kata-kata motivasi yang indah itu. Di mana kah letak kesuksesan yang tertunda tadi?
Mari kita belajar dari kisah seekor monyet, tentu Anda tidak keberatan dengan belajar pada dongeng fable bukan?
Suatu ketika di sebuah hutan yang ramai dengan binatang-binatang liar. Lewatlah sepasukan berkuda mentereng dengan seragam dan umbul-umbul kerajaan memecah keheningan hutan. Pasukan kuda itu pun berderap dengan kencang dan membuat penghuni hutan terpana oleh kehadiran mereka yang luar biasa. Apalagi ditambah dengan kegagahan para penunggang kuda diatas kuda-kuda yang kuat dan perkasa. Semua makin takjub dengan pemandangan yang tidak dapat mereka saksikan sebelumnya, terlebih lagi si monyet yang sedari tadi bergelantungan di atas pohon. Diam-diam ia takjub dengan para penunggang kuda kerajaan tersebut.
“Hebat sekali mereka, bisa menunggang kuda demikian mahir. Aku juga ingin bisa menunggang kuda seperti itu”, katanya dalam hati.
Beberapa saat kemudian, penunggang kuda tersebut masuk ke dalam hutan dan berhenti sampai tak terlihat batang hidungnya. Rupanya mereka berisitrahat di sebuah sudut hutan. Para penghuni hutan yang bersembunyi kembali beraktivitas seperti biasa, dan saling berkomentar tentang peristiwa tidak biasa tersebut.
Apalagi si monyet yang tampak antusias, dan berkata, “Aku akan mengejar para penunggang kuda itu dan akan menunggangi kuda mereka dengan tangkas”.
Hewan-hewan yang lain hanya beradu pandang, dan ingin membuktikan ucapan si monyet. Akhirnya mereka mengikuti monyet yang mengendap-endap, dan meloncat ke atas kuda yang sedang beritirahat dengan tenang. Kuda pun kaget dengan tingkah monyet tersebut dan merasakan hentakan yang sangat keras di punggungnya, dengan sekuat tenaga sang kuda meringkik kencang dan menghentakkan badannya ke kiri dan ke kanan. Di atas punggung kuda monyet berusaha menyeimbangkan tubuh, namun dia kalah kuat sehingga jatuh terpelanting ke tanah.
Seketika itu juga hewan-hewan lain tertawa terbahak-bahak, menertawakan monyet yang tersungkur di atas tanah, padahal sebelumnya dia sudah mengatakan dapat menunggang kuda dengan baik. Dengan rasa malu dan rasa sakit di tubuh, monyet meninggalkan tempat itu dan berkata kepada kawan-kawannya.
“Aduh malu sekali aku ini, rasa-rasanya cukup sekali ini saja aku naik kuda. Ini adalah kesalahan yang tidak perlu kuulangi lagi. Kapok banget!” , katanya.
Sesaat kemudian seekor monyet yang menjadi ketua kelompok dan dianggap paling bijak berkata berkata kepada monyet.
“Siapa pun bisa saja jatuh dari kuda atau dari tempat mana pun termasuk kamu. Tapi, perlu kamu tahu bahwa jatuh itu bukan perbuatan bodoh. Memang sakit rasanya jatuh, tapi yang perlu kamu pelajari adalah kenapa kamu bisa jatuh? Apabila kita belajar bagaimana menghindari jatuh, maka kamu tidak perlu melakukan kesalahan lagi seperti hari ini”
Benar sekali yang diucapkan monyet tua tersebut. Mulai bayi kita banyak terjatuh untuk belajar berjalan dan berlari seperti sekarang. Begitu pula dalam hal lain. Lumrah saja jika kita jatuh, teruskanlah karena kegagalan adalah sebuah pembelajaran untuk sukses dan maju, sama seperti kata-kata motivasi di atas.

Senin, 12 Desember 2011

TERNAK LELE SANGKURIANG
SEJARAH SINGKAT
Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan
kulit licin. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara
lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan
Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa
Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond
(Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang).
Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish.
Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai
dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air.
Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam
hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat
gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan.
2. SENTRA PERIKANAN
Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia. Dibudidayakan di
Thailand, India, Philipina dan Indonesia. Di Thailand produksi ikan lele ± 970
kg/100m2/tahun. Di India (daerah Asam) produksinya rata-rata tiap 7 bulan
mencapai 1200 kg/Ha.
JENIS
Klasifikasi ikan lele menurut Hasanuddin Saanin dalam Djatmika et al (1986)
adalah:
Kingdom : Animalia
Sub-kingdom : Metazoa
Phyllum : Chordata
Sub-phyllum : Vertebrata
Klas : Pisces
Sub-klas : Teleostei
Ordo : Ostariophysi
Sub-ordo : Siluroidea
Familia : Clariidae
Genus : Clarias
Di Indonesia ada 6 (enam) jenis ikan lele yang dapat dikembangkan:
1) Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera
Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet (Kalimantan Selatan).
2) Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih
(Padang).
3) Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan),
wais (Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).
4) Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa), limbat (Sumatera
Barat), kaleh (Kalimantan Selatan).
5) Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat), ikan
penang (Kalimantan Timur).
6) Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo (Lele Domba), King cat
fish, berasal dari Afrika.
4. MANFAAT
1) Sebagai bahan makanan
2) Ikan lele dari jenis C. batrachus juga dapat dimanfaatkan sebagai ikan
pajangan atau ikan hias.
3) Ikan lele yang dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas
hama padi berupa serangga air, karena merupakan salah satu makanan
alami ikan lele.
4) Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk
mengobati penyakit asma, menstruasi (datang bulan) tidak teratur, hidung
berdarah, kencing darah dan lain-lain.