Kata-kata motivasi kita pada kesempatan kali ini adalah tentang kegagalan. Mungkin Anda sering mendengar bahwa kegagalan merupakan sukses yang tertunda, tapi sejauh manakah Anda bisa memahami kata-kata motivasi yang indah itu. Di mana kah letak kesuksesan yang tertunda tadi?
Mari kita belajar dari kisah seekor monyet, tentu Anda tidak keberatan dengan belajar pada dongeng fable bukan?
Suatu ketika di sebuah hutan yang ramai dengan binatang-binatang liar. Lewatlah sepasukan berkuda mentereng dengan seragam dan umbul-umbul kerajaan memecah keheningan hutan. Pasukan kuda itu pun berderap dengan kencang dan membuat penghuni hutan terpana oleh kehadiran mereka yang luar biasa. Apalagi ditambah dengan kegagahan para penunggang kuda diatas kuda-kuda yang kuat dan perkasa. Semua makin takjub dengan pemandangan yang tidak dapat mereka saksikan sebelumnya, terlebih lagi si monyet yang sedari tadi bergelantungan di atas pohon. Diam-diam ia takjub dengan para penunggang kuda kerajaan tersebut.
“Hebat sekali mereka, bisa menunggang kuda demikian mahir. Aku juga ingin bisa menunggang kuda seperti itu”, katanya dalam hati.
Beberapa saat kemudian, penunggang kuda tersebut masuk ke dalam hutan dan berhenti sampai tak terlihat batang hidungnya. Rupanya mereka berisitrahat di sebuah sudut hutan. Para penghuni hutan yang bersembunyi kembali beraktivitas seperti biasa, dan saling berkomentar tentang peristiwa tidak biasa tersebut.
Apalagi si monyet yang tampak antusias, dan berkata, “Aku akan mengejar para penunggang kuda itu dan akan menunggangi kuda mereka dengan tangkas”.
Hewan-hewan yang lain hanya beradu pandang, dan ingin membuktikan ucapan si monyet. Akhirnya mereka mengikuti monyet yang mengendap-endap, dan meloncat ke atas kuda yang sedang beritirahat dengan tenang. Kuda pun kaget dengan tingkah monyet tersebut dan merasakan hentakan yang sangat keras di punggungnya, dengan sekuat tenaga sang kuda meringkik kencang dan menghentakkan badannya ke kiri dan ke kanan. Di atas punggung kuda monyet berusaha menyeimbangkan tubuh, namun dia kalah kuat sehingga jatuh terpelanting ke tanah.
Seketika itu juga hewan-hewan lain tertawa terbahak-bahak, menertawakan monyet yang tersungkur di atas tanah, padahal sebelumnya dia sudah mengatakan dapat menunggang kuda dengan baik. Dengan rasa malu dan rasa sakit di tubuh, monyet meninggalkan tempat itu dan berkata kepada kawan-kawannya.
“Aduh malu sekali aku ini, rasa-rasanya cukup sekali ini saja aku naik kuda. Ini adalah kesalahan yang tidak perlu kuulangi lagi. Kapok banget!” , katanya.
Sesaat kemudian seekor monyet yang menjadi ketua kelompok dan dianggap paling bijak berkata berkata kepada monyet.
“Siapa pun bisa saja jatuh dari kuda atau dari tempat mana pun termasuk kamu. Tapi, perlu kamu tahu bahwa jatuh itu bukan perbuatan bodoh. Memang sakit rasanya jatuh, tapi yang perlu kamu pelajari adalah kenapa kamu bisa jatuh? Apabila kita belajar bagaimana menghindari jatuh, maka kamu tidak perlu melakukan kesalahan lagi seperti hari ini”
Benar sekali yang diucapkan monyet tua tersebut. Mulai bayi kita banyak terjatuh untuk belajar berjalan dan berlari seperti sekarang. Begitu pula dalam hal lain. Lumrah saja jika kita jatuh, teruskanlah karena kegagalan adalah sebuah pembelajaran untuk sukses dan maju, sama seperti kata-kata motivasi di atas.