Selasa, 28 Februari 2012

Milyader Yahudi Jadi Komisaris Harian Umum Republika

Akhir Juni 2008, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bagi setiap perusahaan, RUPS merupakan suatu keharusan untuk bisa revitalisasi perusahaan. Demikian pula yang dilakukan ABBA sebagai pemilik Harian Umum Republika yang pendirian awalnya dimotori sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan misinya lebih kurang sebagai media massa cetak harian berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini.
Sudah sunnatullah, setiap apa-apa yang hendak meninggikan kalimah Allah, mendakwahkan kebenaran, berjuang demi tegaknya al’haq, dan melawan kebathilan, selalu saja diintai oleh musuh-musuh Alah SWT agar bisa dihancurkan atau dimandulkan perjuangannya. Demikian pula HU Republika.
RUPS akhir Juni kemarin selain membahas pengembangan konsep e-newspaper, berita online, dan layanan berita mobile, sebagai antisipasi perkembangan teknologi informasi di abad millenium, ternyata juga menampilkan wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Yang mengejutkan adalah masuknya CEO The Independent News Media Group (INM) Gavin O’Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang yang satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O’Reilly?
Pengusaha Yahudi Kaya
Gavin O’Reilly adalah salah satu anak dari Milyader Yahudi Irlandia bernama Sir Anthony O’Reilly yang masuk dalam daftar 288 Pengusaha Yahudi Terkaya Dunia versi Jew Watch . Keluarga milyarder ini terhimpun dalam Yayasan O’Reilly yang bergerak di berbagai bidang, antara lain mendukung pengembangan Jewish Studies .
Sir Anthony O’Reilly yang merupakan pendiri INM menempatkan anaknya, Gavin O’Reilly, sebagai ‘watchdog’ di jajaran Dewan Komisaris ABBA dengan nilai saham yang dikuasainya sebesar 20%, sebuah angka yang tidak kecil. Sekilas tentang Sir Anthony O’Reilly dan Gavin O’Reilly bisa kita simak di wikipedia.
Dalam percaturan perekonomian global yang dikomandani sistem kapitalistik, sesungguhnya amat wajar siapa pun bisa menguasai atau menjadi bagian perusahaan apa pun. Sekat-sekat geografis suatu negara tidak lagi menjadi soal. Hanya saja, HU Republika yang dikenal selama ini sebagai “media massa milik umat Islam Indonesia” yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan segala cara terkesan aneh bin janggal jika mau-maunya menerima seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?” (rz/eramuslim)

sumber: ALBahar Blog

antara pengusaha vs karyawan

Perbedaan

Antara wirausahawan dengan profesi lainnya:
Kelebihan - kelebihan yang dimiliki, yaitu:
  1. Kesempatan untuk mewujudkan cita-cita.
  2. Kesempatan untuk menciptakan perubahan.
  3. Untuk mencapai potensi penuh Anda.
  4. Untuk menuai keuntungan yang mengesankan.
  5. Memberikan kontribusi kepada masyarakat dan mendapatkan pengakuan untuk usaha Anda.
  6. Dapat melakukan apa yang disukai dan bersenang-senang.
Kekurangan yang dimiliki, yakni:
  1. Ketidakpastian pendapatan, mendirikan dan menjalankan bisnis tidak memberikan jaminan akan mendapatkan cukup uang untuk bertahan hidup.
  2. Risiko kehilangan seluruh investasi, tingkat kegagalan bisnis kecil relatif tinggi.
  3. Jam kerja yang panjang dan bekerja keras, dun & Survei bradsheet melakukan survey, 65% dari wirausahawan mencurahkan waktunya 40 jam atau lebih setiap minggunya untuk perusahaan mereka.
  4. Kualitas hidup lebih rendah sampai bisnis didirikan.
  5. Tanggung jawab kompleks, banyak pengusaha diharuskan untuk membuat keputusan mengenai isu-isu di luar bidang ilmu.
  6. Putus asa,sangat membutuhkan dedikasi, disiplin, dan keuletan untuk mengatasinya.

[sunting] Sikap

Sikap-sikap yang umum ditemui,yaitu:[2]
  1. Keinginan untuk preferensi tanggung jawab atas risiko yang lebih besar, wirausahawan tidak mengambil risiko secara liar melainkan memperhitungkan terlebih dahulu risiko yang akan diambil.
  2. Keyakinan akan kemampuan mereka untuk berhasil. Biasanya memiliki kepercayan diri terhadap kemampuan mereka untuk berhasil.
  3. Keinginan untuk hasil segera.
  4. Tingkat tinggi energi, lebih energik daripada rata-rata orang.
  5. Orientasi terhadap masa depan. Berorientasi pada masa depan, wirausahawan kurang peduli dengan apa yang telah mereka lakukan kemarin dibandingkan dengan apa yang akan mereka lakukan besok.
  6. Keahlian dalam pengorganisasian, tahu bagaimana menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat.
  7. Secara efektif mencipatakan sinergi antara orang dan pekerjaan, sehingga memungkinkan wirausahawan untuk mewujudkan visi mereka menjadi kenyataan.
  8. Nilai prestasi atas uang.

Rabu, 01 Februari 2012

kesalahan fatal umum kita sehari hari..

'gan hari apa sekarang ya'?
'ha..,masa' lo ngak tau skrg hari apa,,'
'lha..., sekarang ni kan hari MINGGU'...!!! payah loe,,,muda-muda dah pikun...


'berapa lama loe di kampung gan..??
'gue kan selama 1 MINGGU ngehabisin liburan dikampung..'
'wah asyik ya....,jangan lupa oleh-oleh nya ya gan...!!'

--------------------------.................-----------------------

itu beberapa sepenggal dialog yang mungkin sering kita dengar,atau bahkan kita sendiri yang secara tidak sadar mengatakan itu juga...,nah, dari 2 contoh dialog yang diatas yang manakah yang tepat??
dan saya yakin 101% bahwa  kita memilih,,dialog yang pertama lah yang betul dan benar...

atau bagi kawan-kawan yang berpikir diplomatis pasti dengan gagah menjawab seperi ini...
'lha..,ape beda nye kedua kalimat diatas..,podo wae bener nya koq,..'
itu semua karna sekilas kedua dialog diatas adalah sama benar nya...

kalau memang begitu jawaban saudara-saudara sekalian maka saya dengan keyakinan dan mantab dan mario teguh...(eh....,ngak pake mario kale.)...saya membantah nya bahwa....dialog yang pertama itu adalah 'SATOL'...alias 'SALAH TOTAL' gan,,,
lha...,koq bisa...??
ya bisa...,kata bisa kan pakai huruf  'B', coba ngak pake 'B'.......hehehe.....

nah beginilah cara saya menjelaskan kepada mas bro,mba sis, pak,buk,bude,om,tante,uni,abg,kakak,adek,dan gan sekalian....
simaklah ini...!!
let's cekidot...!!


jumlah hari dimanapun kita berada itu tetap selama 7 hari,baik itu kita berada di indonesia,arab,iran,irak jerman,rusia,cina atau bahkan dikutub sekalipun jumlah hari itu tetap 7.!!.
cuma nama-nama harinya setiap negara tentu beda-beda dunk,
contoh e...
  
  montag di jerman = monday di inggris= isnin di arab=sanayan di minang..!!!
  sontag dijerman   =sunday dinggris = ahad di arab =akaik di minang..!!! 
  mitwoch dijerman=wednesday diinggris=ar-ba'a di arab= raba'a diminang..!!

itu aja cukuplah dulu sebagai contoh ya...!! 

jika anda akan menggugat dgn kalimat 'nah lalu apa masalahnya dengan yang diatas tadi??
maka saya akan membela diri   'ngak ada masalah sama sekali koq dengang yang diatas,masalahnya adalah anda sendiri..,yaitu anda pasti menyebut bahwa hari pertama itu adalah hari SENIN,dan hari ketujuh adalah hari MINGGU.dan ini terjadi dinegara kita dengan dibuktikannya dengan kalender-kalender yang bergelantungan disetiap tembok rumah kita...

saya katakan bahwa 'hari pertama itu adalah hari AHAD,bukan minggu,,,dan dan hari yang ketujuh adalah hari SABTU.
kagak picayo??
ha... simak...!!

dalam bhasa inggris hitungan dan urutan hari itu adalah dimulai dengan hari SUNDAY (sun=matahari,,    day= hari),karena hari itulah awal terbitnya matahari..MONDAY,TUESDAY,WEDNESDAY,THURSDAY,FRIDAY hari ketujuh adalah SATURDAY.

dalam bahasa arab hitungan dan urutan hari itu adalah dimulai dengan hari AHAD (ke-satu) ISNAINI, SALASAH,AR-BA'A,KHAMSAH,JUMUAH dan hari ketujuh adalah hari SABTUN,(SABAT,SAB'AN dll..)  

dalam bahasa jerman SONTAG,MONTAG,DIENSTAG,MITWOCH,SAMSTAG,FREITAG,SATURTAG
kesemua negara itu sepakat akan hari yang pertama,,dan bahkan dinegara-negara lainnya..,

nah yang uniknya adalah indonesia kita yang tercinta ini mulai dari pemerintah,penguasa,sampai ke penduduk dan rakyat jelata nya juga 'berembuk' bahwa hari yang pertama itu adalah hari SENIN..!! dengan bangga dan terus bangga dalam ke bodohan ini...
apa sebab gerangan begitu??

udah jelas-jelas bahwa MINGGU itu bukanlah suatu nama hari,akan tetapi MINGGU itu adalah kumpulan dari beberapa hari (7 hari)..,!! jadi mulai sekarang jangan pernah lagi menyebut hari yang pertama itu hari minggu..,tetapi sebutlah dengan nama hari 'AHAD'....,karena tidak bisa manusia indonesia yang sangat 'pintar' mengelak lagi bahwa faktanya indonesia mengadopsi nama-nama hari itu berasal dari bahasa ARAB..!!

ah..,itu kan mandai-mandai loe aja...,buktiin dunk...!!
saya menjawab...,OK...!!!
pelototin ini ya...!!! 

(senin=isnaini.,,selasa=salasah..,rabu=ar-ba'a.., kamis=khamsah,,,jumat=jumuah..,sabtu=sabtun..
nah lho..???


masih kah kita mau bodoh...???
maka ubahlah kata MINGGU dengan sebutan AHAD...!! sekarang...!!!
ok coy...!!!



sumber asli : 
  www.karya.asli.saudagarmoeslim.sendiri.com