Selasa, 10 Juli 2012

Ikhlasnya senyuman Murabbi ku..,tiada pertemuan tanpa senyuman mu......

Ikhlasnya senyuman Murabbi ku..

               Senin,27 juli 2009 tepat aku menginjakkan kaki di tanah minang ini yang semula datang dari provinsi sebelah, Riau.., untuk mengikuti ujian SNMPTN  setelah gagal untuk menjadi mahasiswa undangan padahal sebelumnya saya ‘digadang-gadangkan’ akan mudah lulus karena prestasi yang cukup membanggakan sebagai Juara  2 olimpiade ekonomi dan IPS se-kota Dumai tempat asalku,seleksi nasional Olimpiade sains nasional (OSN)ke Makassar .,bahkan tidak pernah ter ’kudeta’ dari  kursi juara 1 di SMA ku selama 4 semester berturut-turut..,ya ..karena semua itu aku menjadi optimis. Akan tetapi,Belakangan aku mulai tersentak bahwa benar ternyata bahwa optimis dan takabur (sombong) itu sangat tipis sekali bedanya.

              Begitu sudah percaya nya akan lulus sebagai mahasiswa undangan  di kampus ternama sehingga dan tibalah waktunya untuk melihat hasil jerih payah ku selama ini yang aku idam-idamkan, pagi itu aku ambil kunci motor merek supra x tahun 2002 ku,langsung menuju mading sekolah yang menjadi tempat penentuan nasibku beberapa saat lagi .,perasaan bangga dan sempat membayangkan sudah menginjakkan kaki ku di kampus ternama  yang ku rasakan selama perjalanan diatas motor buatan tahun 2002 itu,,akan tetapi,hanya dengan selembar kertas ukuran 3x5 cm yang tertempel dimading itu yang membuat buyar impian ku untuk menjadi mahasiswa undangan, ya..,hanya sehelai kertas itulah yang menyadarkanku akan alangkah tipis nya perbedaan antara optimis dan takabbur itu tadi,seolah-olah hanya kertas itu saja yang tidak mengakui segala prestasi yang pernah ku ukir disekolah itu.dan aku hanya bisa berpikir  sesungguhnya rencana allah jauh lebih baik untukku yang sedang menunguku disana  daripada  menjadi mahasiswa undangan tadi.

                Setelah gagal membuktian bahwa aku layak untuk menjadi mahasiwa undangan itu tidak membuatku jera untuk terus membuktikan bahwa aku memang yang terbaik.,sehingga diantara banyaknya kakak-kakakku yang kuliah yang hanya dengan menempuh 1 atau 2 kali tes saja meraka sudah bisa menuliskan nama mereka di sebuah kursi yang ada di ruang kelas di kampus yang mereka inginkan..,nah bagaimana denganku?..,coba tanyakan kepada formulir SNMPTN UNRI dan UNAND,cari di database UI, silakan telusuri Formulir di POLITEKNIK NEGERI PADANG,POLITEKNIK NEGERI BATAM, dan bahkan silakan kunjungi web USM STAN.,ya…itulah sederetan kertas-kertas tipis berwarna yang ku cantumkan nama ku untuk bisa menjadi bagian dari mereka ditahun yang sama,dan semua itu hanya untuk membuktikan bahwa aku memang yang terbaik.

             Dari keseluruhan formulir itu sebagian aku tidak lulus dan sebagian lagi ada yang tidak jadi ku ambil padahal aku sudah diterima disana.,sampai pada akhirnya disini lah ku berlabuh?
Ya..,disinilah akhirnya aku mengukir kisah ku yang luar biasa..,ya..di kota ranah minang ini yang akan menjadi saksi bahwa aku bisa menjadi apa yang aku inginkan..,di negeri dimana aku ukir sejuta kisah yang menjadi skala perubahan hidup.,kisah mengenai aku bisa bertahan hidup tanpa subsidi dari saku orang tua,cukup dengan saku yang ada padaku,ku bisa bertahan hidup,kubisa mempunyai motor sendiri yang ku sebut dengan ‘kuda merah’ dan impian ku menjadi pengusaha muda ternyata dikota ini ku mulai mendapatkan arwah itu,kisah ku dan beberapa kerajaan bisnis ku.,dan kisah ku dalam aktivitas tarbiyah dan menjadi sesosok kader dakwah kampus denan segelumit cerita tentang dunia dakwah ini lengkap dengan semua karakter dan sifat Kakak-kakak dan abang-abang di FSI FE UA. Disinilah ku mulai mengenal akan dakwah kampus yang sebelumnya tak pernah ku mengerti untuk apa dan mengapa dakwah dikampus ini ada..

                     Dan ternyata aku telah memilih jalan ini dengan semua konsekuensi yang akan ku hadapi., dakwah telah memilihku dan aku telah memilih dakwah ini…,pada awalnya hanya sebagai seorang menti (istilah kader dakwah baru) dalam kegiatan tarbiyah yang popular dengan sebutan mentoring,dan tahun berikutnya langsung menjadi seorang mentor.dan memang,didalam jenjang perkaderan di dakwah ini selain mentoring setiap menti juga memiliki kelompok halaqah(liqo’)dan begitu juga dengan para mentornya.setiap kelompok liqo’ itu dibina oleh seorang murabbi..,dan kelompok ini permanen anggotanya kecuali ada kebijakan yang diharuskan transfer ke kelompok lain. aku sendiri tahun pertama sudah mempunyai kelompok liqo dan memiliki seorang murabbi yang memang murabbi kami itu mempunyai suara yang halus dan lembut lengkap dengan senyuman dibibir merahnya yang khas. dan 4 orang temanku.,pada awalnya aku canggung dan tidak mau mengeluarkan pendapat ketika dimintakan pendapat akan suatu hal dalam kegiatan liqo, begitu juga dengan ke 4 teman ku yang lain karena memang belum cukup pengetahuan dan malu-malu, sehingga kami pun saling ‘itsar’ dalam hal ini,tidak mau menjadi yang pertama dan saling mengelak untuk membuka kegiatan liqo.

                 Bukan Cuma itu,disetiap pertemuan liqo,kelompok kami inilah yang tidak bisa serius, sering mengganggu satu kawan dan yang lainnya,bahkan ketika sang murabbi memberikan materi nya pun kami asyik dengan hp kami yang ada dipangkuan masing-masing,kami sering SMS (Sambil Menyimak Sms an).,akan tetapi murabbi kami tidak pernah menegur apalagi memarahi,beliau hanya meneruskan materinya sambil tersenyum dibibir nya yang merah,dan kami pun terus dengan gaya SMS kami.,ya..,liqo model beginilah yang terus kami perbuat selama bertahun-tahun,,dan bisa dibayangkan alangkah jengkelnya murabbi kami(mungkin), dan sampai sekarang beliau selalu memberikan senyuman dibibir merah nya.
Seiring berjalannya waktu,dan kami pun mulai menaiki semester yang lebih tinggi lagi dikampus, maka kesibukan akademik pun semakin padat sehingga dikarenakan factor itu yang kami sepakati menyebutnya dengan seleksi alam, sedari kelompok kami yang awalnya berjumlah 5 orang,
                           sekarang hanya tinggal 1 orang saja yang masih setia..,dan orang itu adalah saya., ya saya…., kawan-kawan yang lain ada yang sudah jenuh,pindah kosan yang lebih jauh,dan bahkan sudah tidak ada lagi berkecimpung di dakwah ini yang trend disebut juga dengan istilah ‘futur’.,begitulah dinamika kelompok halaqah kami,sekian lama semakin berkurang,memang ditengah perjalanan liqo kami,murabbi tetap mencari binaan baru,ya seperti biasalah…,ada yang masuk dan ada yang keluar,ada yang masuk dan tidak keluar,bahkan ada yang keluar dan tidak masuk-masuk lagi. melihat hal ini terjadi dikelompok liqo kami sang murabbi kami hanya seperti biasa,yaitu hanya tersenyum, sehingga tiada hari kami bagi selain hanya melihat beliau tersenyum yang terpancar keikhlasan dibibir merahnya,sering kali beliau mengatakan akan mentransfer kami ke murabbi yang lain,maka sesering itu pula beliau tetap setia dengan kami..,

               walaupun kami hanya tersisa 2 orang saja,sebelum pada akhirnya hanya saya saja yang tersisa.
Murabbi kami memang yang terbaik,disaat-saat kami sibuk dengan urusan masing-masing beliau masih menyempatkan mengingatkan kami,mengunjungi,dan memberikan nasihat-nasihat walaupun hanya berkata ‘kaifa haluk ya akhi’? melalui sms.,dan beliau mencoba dekat dengan kami dengan mengajak kami makan diluar,sering mentraktir gorengan,semua itu beliau lakukan hanya untuk kami sebagai binaan nya.dan memang murabbi kami itu sederhana dalam penyampaian,dan saya menangkapnya terkesan murabbi kami memiliki sedikit pengetahuanya,sering bolak-balik dalam berbicara dan terkesan tidak tegas,karena memang bawaan suaranya halus dan lembut,akan tetapi ada satu hal yang dapat saya pelajari dari murabbi saya..,yaitu dia selalu tersenyum dengan ikhlas walau apapun yang terjadi.memang ini lah keunggulannya sebagai murabbi yang terbaik dimata kami,terbaik dimata saya..

                Dilingkungan tarbiyah beliau murabbi saya,dilingkungan kampus senior saya,dirumah teman saya ,akan tetapi didalam bisnis beliau partner saya, ya..,partner bisnis..,semua bisnis yang saya geluti beliau selalu mengingatkan akan bisnis ini,dan beliau bersedia menjadi investor dalam bisnis,memang dalam hal bisnis saya dan murabbi se ‘akidah’., seakidah dalam hal seorang muslim harus menjadi pengusaha,karna hanya itu lah jalan nya untuk menjadi orang kaya dalam hal materi, akan ada orang yang mempermudah urusan dakwah ini.
                 Beginilah skenario allah terhadap jalan hidup saya,yang tidak mungkin terjadi seperti ini seandainya allah menakdirkan saya menjadi mahasiswa undangan tadi,inilah cara allah dalam memberikan kuliah kehidupan akan perbedaan antara optimis dan takabur tadi, dan inilah kasih sayang allah kepada saya agar ada yang akan membantu dakwah ini dalam hal materi melalui saya menjadi pengusaha.dan mungkin inilah jalan allah yang diberikan kepada saya untuk bertemu dengan dakwah ini dan berjumpa dengan murabbi yang memiliki senyuman keikhlasan yang luar biasa..,dan mungkin inilah cerita yang sangat singkat yang diberikan kepada saya sehingga kisah ini tertulis dengan pena yang bertintakan emas sehingga surat cinta untuk murabbi bisa tertulis dihalaman kecil buku ini.yang sama sekali tidak akan mungkin terjadi jika saya menjadi mahasiswa undangan.


                                  disini baru kusadari...sungguh ALLAH memberikan apa yang kita BUTUHKAN...,bukan apa yang kita INGINKAN....,karena semuanya akan INDAH pada waktunya....

                      terima kasih ya ALLAH karena telah mempertemukan ku dalam dekapan dakwah ini.....